sudah lama sekali tidak posting ke blog, jadi kesannya terbengkalai…

padahal tak bermaksud saya…

Cukup banyak terjangan bertubi-tubi…

rasanya pengen sehari itu lebiih dari 24 saja…

Praktek Lapang, skripsi, ..i’m coming !!

Tanggal 3 desember 2008, Bank Mandiri menyelenggarakan Workshop tentang Wirausaha Muda Mandiri di Plenary Hall Jakarta Convention Centre, Senayan Jakarta. Institut Pertanian Bogor mengirimkan mahasiswanya sebanyak 150 orang untuk mengikuti acara tersebut. Dalam acara tersebut diundang 1.500 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di daerah Jabotabek & Bandung. Seru juga melihat berbagai mahasiswa berkumpul dengan bermacam-macam warna jas almamater. Khusus rombongan IPB, bis berangkat dari Darmaga pukul 05.00 dan sampai di JCC pukul 07.00. padahal acara baru dimulai pukul 08.00.

Saya dan rombongan pengisi acara yang dari IPB berangkat pukul 12.00. kumpul di ATM Centre. Sampai di JCC pukul 14.30, langsung menuju backstage untuk mempersiapkan performance pukul 15.30. di dalam ruangan, teman-teman dari UI yang sudah tampil terlebih dahulu pada pukul 13.00, terlihat sedang mempersiapkan untuk penampilan kolaborasi pada malam acara penganugerahan wirausaha muda mandiri untuk kategori Pascasarjana & Alumni serta kategori Mahasiswa. Setelah tampil, saya langsung bergabung dengan peserta workshop dan mengikuti sesi yang ketiga.

Di sesi ketiga ditampilkan narasumbernya Anang Hermansyah, Garin Nugroho, Dian Sastro dan Artika Sari Devi sebagai MC. Pada sesi ketiga ini dibahas tentang wirausaha dibidang-bidang yang bersifat kreatifitas seperti Anang yang menggeluti bidang musik dan Garin Nugroho di usaha perfilman.saya Cuma mengikuti setengah akhir acara ini, karena tadi sempat mengambil jatah rehat kopi. Menjelang akhir workshop sesi 3, dian sastro sempat membagikan tips-tips untuk menjalani wirausaha. Setelah workshop sesi terakhir ditutup oleh Artika Sari Devi, peserta workshop dipersilahkan untuk makan malam.

Pada sesi makan malam ini, saya berkesempatan untuk bolak-balik backstage, plenary hall, lobby, mushola. Di backstage terlihat Event Organizer dari Indonesia 5 sedang mempersiapkan acara malam penganugerahan. Di plenary Hall, sedang dilakukan sterilisasi karena wakil presiden Jusuf Kalla akan hadir. Di Lobby terlihat mahasiswa yang sedang mengambil makanan. Ada yang bilang masih kenyang, karena pagi mereka mendapat rehat kopi, pada siang hari mereka makan siang dan sore hari mendapat rehat kopi lagi, tetapi ada juga yang mengambil sampai piringnya penuh. Untuk menuju mushola saya menggunakan lift yang akan turun ke bawah. Di dalam lift, saya bersama dua orang petugas. Dua orang petugas itu bertugas untuk mengambil peralatan makanan yang kotor. Mereka mengatakan bahwa makannya kayak kucing..he he he…Setelah sholat magrib, saya langsung antri di depan pintu. Karena akan dilakukan proses sweeping maka antriannya sangat panjang, karena setiap tas diperiksa. Untung saya tidak membawa tas karena tas telah saya titipkan di backstage sehingga lebih cepat dalam mobilisasi ke dalam Plenary Hall. Dan didalam Plenary Hall, beberapa teman yang mengisi acara tadi menyediakan satu tempat untuk saya dan tempatnya sangat strategis. Letaknya paling depan di deretan kursi yang disediakan khusus untuk mahasiswa. Di belakang kami ada beberapa mahasiswa dari Universitas Bina Nusantara yang kocak. Kamipun berkenalan dan langsung bersenda gurau. Di sebelah kanan, ada teman-teman IPB yang berangkat pagi-pagi.

Karena ada teman yang ingin ke toilet, maka saya pun menemaninya untuk ke toilet yang ada di backstage. Ternyata di toilet, kami bertemu dengan dua orang MC yang akan membawakan acara pada malam penganugerahan. kami meminta kesediaan mereka untuk berfoto bersama kami dan untungnya acara masih agak lama, sehingga mereka masih bersedia untuk diajak berfoto bersama.

Acara dimulai setelah Wapres Jusuf Kalla hadir di ruangan. Kemudian dilakukan penganugerahan kepada juara 1,2 dan 3 untuk masing-masing kategori wirausaha muda mandiri. Jika tahun lalu, mas Elang Gumilang (Man’40) berhasil menjadi juara pertama untuk kategori mahasiswa, tahun ini IPB tidak mendapat satu gelar. Juara pertama kategori mahasiswa di peroleh mahasiswa ITB.

Kemudian setelah penampilan kolaborasi PSM Perbanas, UI dan IPB dengan pengisi acara yang lain(Widie AB3 dan satu lagi saya lupa namanya) yang membawakan dua buah lagu ciptaan SBY dan pembacaan puisi olah duta wirausaha muda mandiri (Dian Sastro), acara inti ditutup dengan pembacaan doa. Setelah itu, Wapres Jusuf Kalla serta beberapa orang undangan yang merupakan anggota DPR dan Rektor-rektor universitas yang diundang meninggalkan ruangan. Acara hiburan diisi lagi oleh Mandiri Idol dan Widie. Setelah itu, penampilan terakhir di isi oleh Group Band Samsons. Mahasiswa langsung berlari-lari mendekati panggung. Sedangkan saya dan teman-teman dari IPB yang mengisi acara memutuskan untuk pulang duluan karena jam sudah menunjukkan pukul sepuluh malam. Teman-teman IPB yang datang dari pagi tampaknya ingin pulang setelah penampilan Samsons berakhir. Sempet iri juga dengan teman-teman IPB yang datang dari pagi. Mereka mendapat satu buah tas, bingkisan dan uang transportasi (padahal transportasi mereka sudah ditanggung oleh IPB). Tapi ga apa-apa kok. Dapat hadir diacara ini saja, saya sudah bersyukur…

Ujian Komprehensif tinggal 2 hari lagi..Mohon do’anya…

Sebentar lagi UTS…

mohon doa restu dan dukungannya…

masih ada sekitar 3 Ujian (1 mayor, 1 minor, 1 supporting course…)….

dan masih harus menyelesaikan resume-resume dan tugas2 yang lain..

sekali lagi…

Aku kan kembali…

Laskar Pelangi..

Spoiler

Mungkin bisa dijadikan referensi buat yang ingin ke Belitong tapi tiket pesawat terlalu mahal untuk dibeli…

Selain menempuh jalur udara, transportasi ke Belitung juga bisa melalui jalur laut,,,

Kelebihannya, harga tiket yang lebih murah, bisa menikmati pemandangan laut..

Kekurangannya, cukup lama (berlayar sekitar 15 jam…) dan kurang cocok bagi yang suka mabuk laut…

Spesial klo saat menjelang hari Lebaran, bisa bertemu dengan banyak sekali teman2 dari Belitung…biasanya yang dari Jogja, Bandung, Bogor, Jakarta dan daerah2 lain di pulau jawa bertemu di kapal…

Buat yang bilang suatu saat pengen ke Belitong…

Biaya Mudik dari Bogor-Tanjungpandan

Transportasi Angkot dari Kampus ke Terminal BaranangsiangRp 5.000

Ongkos Bis Bogor-Tj.Priuk Rp.10.000

Ojek dari Terminal Tj.Priuk ke Terminal Penumpang Rp.5.000 (karena jalan kaki jadi ga ada..)

Tiket KM Leuser Rp.160.000 (termasuk asuransi, sekali makan pagi/sahur)

Ongkos dari Pelabuhan menuju kota tanjungpandan Rp.40.000 (karena numpang mobil temen, jadi gratis)

Jadi total yang dihabiskan (blom termasuk snack2, air minum, pengamen/pengemis dan konsumsi2 lainnya) = Rp 220.000,00…

Jalur Eksekutif dan Ekspress

Transportasi Angkot dari kampus ke Terminal Baranangsiang Rp 5.000

Ongkos bis Damri Bogor-Airport Rp 30.000

Check In di Bandara Rp. 30.000

Tiket Sriwijaya Air Rp.600.000-Rp 700.000 klo menjelang lebaran dan setelah lebaran, normalnya sekitar Rp 400.000-Rp 500.000 , bisa juga naik Linus menjelang dan setelah lebaran Rp 500.000 atau sktr Rp 400.000 pada hari biasa

FYI,harga tiket mahal menjelang liburan, hari raya lebaran dan Imlek

Ongkos dari Bandara Hananjoedin (Bulu Tumbang) ke Kota Tanjungpandan Rp 40.000

Total untuk jalur eksekutif (Asumsi harga tiket pesawat Rp 600.000) = Rp. 705.000

Buat Azka..saya kurang tau harga penginapan2 di Belitong…klo dulu jarang..skrg dah lumayan banyak..

ada Hotel di sekitar pusat kota tanjungpandan, ada wisma/penginapan juga….cuman kurang tau biayanya..(klo ada rumah sendiri, ngapain nginap di wisma atau hotel??…)

Lebaran hari ke empat…

Pagi2 Indry SMS :”Asw. Woy, sarine kan jadi ke tanjong tinggi teq ke kite?”

Saya balas : ” Dak ade kabar dari biak2 sama sekali. Ade acara IKPB Jakarta, aku dapat undangannye, aku dak ade mutor pulaan..tapi amun banyak noq pegi, insya Allah aku ikut.”

Indry balas : ” Iye Af, kamek insyaallah mual jadi pegi, kao ikut kan? Kamek jak sebenarnye ade acara di ikpb jakarta, tapi biak2 teq naq pegi ke tanjongtinggi…”

Saya balas lagi :”kumpul dimane? Jam berape?”

Indry balas :”jam sembilan di rumah Virda..”

Kosakata :

Sarine : hari ini

Biak-biak : orang-orang

Noq : yang

Mual : Iya….(beda dengan bahasa sunda..Moal artinya tidak…)

Ikpb : Ikatan Keluarga Pelajar Belitung

FYI, Tanjong Tinggi merupakan pantai yang cukup terkenal karena keindahannya, batu2 granitnya, airnya yang jernih dan biasa dijadikan objek wisata…terletak di kecamatan Sijuk…(20-an km dari Tanjungpandan…)

Saya sampai di rumah Riska, karena Indry tiba2 SMS klo kumpulnya di rumah Riska..Cuaca lagi2 tidak mendukung…dah mendung tebal..baru sampai tanjongpendam (1 km dari kota) sudah hujan..tapi kami tetap menerobos hujan..sampai di Desa Batu Itam ( 6 km) hujan dah terlalu deras, sehingga kami memutuskan untuk berhenti..40 menit kemudian hujan sudah reda…perjalanan dilanjutkan..sampai di desa Terong (14-15 km) hujan deras kembali…sehingga kami berhenti di SD 27 Terong….setelah itu cuaca sangat panas…(ekstrim…)..perjalanan dilanjutkan melewati desa-desa…akhirnya sampai juga di desa Keciput(desa tempat pantai tanjong tinggi berada…)

1 km sebelum sampai ada palang..sempet kaget, karena tidak biasanya ada palang…ternyata ada tiket masuknya..(Rp 10.000 per orang…)..setelah membayar, kami cukup dongkol karena tahun lalu ke Tanjong Tinggi gratiiis!!..saya ulangi lagi GRATIS!!!..di tiket tertulis :”Kepuasan Anda Menikmati Pantai”…pengen saya bales :”ketidakpuasan saya terhadap isi dompet..”..100 meter dari pantai tiba2 ada palang lagi…kali ini kendaraan bermotor bayar Rp 3.000 per kendaraan….(Bener2 dongkol luar biasa…)…akhirnya sampai juga di Pantai Tanjong Tinggi….

Seneeeng banget…tahun lalu sama sekali ga kemana2…tapi tahun ini akhirnya bisa ke Tanjong Tinggi juga..disini tempat syuting laskar pelangi, video klip Nidji dan juga pernah dijadikan tempat syuting iklan sabun Lux Dian Sastro…

Ciri khas pantai ini adalah batu2 granit besar yang memang dah ada dari sononya (ga ada yang ngangkat)…pasirnya putih…ga kalah deh sama Pantai2 yang ada di Bali…airnya bening biru…yang dekat pantai berwarna kehijauan dan terlihat beberapa batu karang di bawahnya…

Laut

Laut

Saya dan teman2 langsung mengabadikan dengan foto2…

Dan saya sempet2nya SMS ke seorang teman yang pengeeeeeen banget ke pantai..siapakah dia??…he he he…

Agak siang, kami duduk2 di antara batu2 granit tersebut..sambil makan kacang dan minum…klo kulit kacangnya langsung dibuang ke pasir karena bisa diuraikan alam…kaleng minuman dibawa terlebih dahulu…

Hujan mulai turun kembali..kami menuju rumah makan…kami memesan

Ikan Bakar Bumbu

, gangan kepala ikan merah (Masakan khas Belitung..terbuat dari ikan dan nanas….. dan diberi bumbu yang khas(ga tau apa aja…yang pasti sih ada kunyit karena berwarna kuning)

Gangan

Gangan

Tumis Kangkung sebagai sayurannya.

..saya sih pengen makan seafood yang lain kyk udang, cumi atau kepiting…sayang teman yang mesen bersama saya alergi parah…(klo dia makan udang, cumi atau kepiting bukan gatal2 lagi..tapi sampe dadanya sesak, jantungnya sakit…berbahaya…)…

Pulang lewat pantai Pendaunan, Sijuk, Aik Selumar, Aik Seru, Aik Merbau, Aik Ketekok..,,,(ga jauh beda dengan di Jawa Barat…daerah2 kebanyakan pakai kata ”Ci”…sedangkan Belitong banyak daerah menggunakan ”Aik”..artinya sama…AIR)…

Setelah sampai di Tanjungpandan, saya meneruskan perjalanan menuju Air Raya (baca : Aik Raya’)…karena saya harus mempersiapkan acara malam harinya…akan ada acara halal bihalal mahasiswa dan alumni IKPB Cabang Bogor..(IPB, Pakuan, Djuanda, Nusa bangsa..dll) di Belitung…

Alhamdulillah, seperti tahun2 sebelumnya. Saat menjelang idul fitri, saya pulang ke rumah di Belitung. Saya pulang menggunakan KM Leuser milik PT Pelni dengan alasan lebih murah dan bisa pulang bareng teman2 dari Bogor.

Lebaran kali ini agak berbeda dari tahun lalu. Tahun lalu, saya tidak bisa bepergian dengan bebas karena menderita penyakit cacar, sehingga saya tidak berpuasa selama satu hari, yaitu hari terakhir puasa tahun lalu. Alhamdulillah tahun ini saya tuntaskan secara keseluruhan..

Lebaran

Mohon Maaf lahir dan batin….

Yah…semenjak Laskar Pelangi, Belitong cukup mendapatkan sorotan…

bahkan banyak yang lebih akrab dengan Belitong dibandingkan dengan Belitung(nama resminya…)…

Belitong

Satu jam menjelang keberangkatan dari Bogor ke belitung..

setidaknya selama 24 jam tidak akan terhubung dengan internet karena ga ada koneksi internet di tengah laut….(he he he,,,)

Trus klo dah di Belitung, saya juga kurang tau….

ada gosip klo deket rumah dah ada warnet,,,cuman blom tau juga…klo ga ada berarti harus ke jalan Sriwijaya…(lumayan jauh dari rumah..)..

mudah2an gosipnya bener….

akhir kata…sampai jumpa pada kesempatan yang lain…..