Another edition of Friendship Night in STK 42, with different point of view

Edisi Malam hari

Karena berhalangan untuk dapat hadir pada awal makrab, maka mungkin tidak akan selengkap beberapa review yang lain. Malem sekitar pukul 7 saya baru selesai beres-beres untuk ikut makrab jilid II Statistika 42. saya langsung SMS Angga buat menjemput di kostan karena saya tidak tahu lokasi Makrab. Saya menunggu di tepi jalan, sambil menggeleng-gelengkan kepada kepada beberapa angkot dari Ciampea yang menawarkan jasanya untuk mengangkut saya. Hampir 45 menit saya menunggu, lumayan pegel juga karena tak ada kursi. Tiba-tiba datang Modjo datang, dan bilang klo dia ga tau SMK Farmasi yang di Cibanteng. (padahal dia juga dulu tinggal di Cibanteng). Saya kira saya akan langsung dibawa ke tempat makrab, ternyata mau belanja-belanja dulu.

Di pertigaan Bara

Mojo : “To, kita beli ikan dulu, atau beli yang laen-laen yang di sekitar Bara?”
Anto : “Beli ikannya dimana?”
Mojo : “Di BBS.”
Anto : “ Ya udah.mendingan ke BBS dulu, biar ntar klo balik bisa sekalian ke vila-nya”

Pertama beli ikan 2 kilo-an. Masih hidup ikan-ikan yang dimasukkan ke plastik. Setelah beres beli ikan, langsung menuju bara. Di Bara beli kue kiloan, trus beli bawang merah di toko dekat Bara 6, selanjutnya beli jus Alpukat dan terakhir beli kopi di Citrus di pertigaan Bara. Sempat SMS akang Arief klo2 dia mau ikutan bareng berangkatnya, ternyata dia bales SMS :”Udah, duluan aja”

Kemudian ke tempat makrab yang sebenarnya ga jauh2 amat dan bisa dicapai dengan naek angkot jurusan Leuwiliang atau Jasinga. Pas nyampe ternyata mereka lagi maen games dan sesi nangis bombay-nya udah lewat. Datang-datang langsung dimasukkin ke kelompok games. Saya dimasukkan ke kelompok Nurul Fuad, Nur Hidayah, Miu sama Monic. Ternyata udah masuk games yang terakhir, yaitu games gombal-menggombal. Saya paling ga jago. Akhirnya kelompok memutuskan untuk mengirimkan Mbak Nur sebagai perayu dan Fuad sebagai yang dirayu..(hahahha..menyalahi kodrat).

Kelar Games, saya langsung mencari makan malam, ternyata masih disisakan telur dua butir sama nasi yang banyak. Kata Arie, sayurnya sudah habis. Akhirnya makan nasi pake telor saja. Masih nulis tentang dia (ntah untuk yang kesekian kalinya). Setelah makan, banyak anak2 yang masih nonton TV. Saya langsung melihat yang sedang bakar-bakar. Selama bakar-bakar itu, ada beberapa kelompok. Ada yang tidur, ada yang bakar-bakar, ada yang bikin bumbu buat sarapan pagi besok, ada yang nonton TV, macem2 laah..Di yang bakar-bakar, terlihat bahwa ada beberapa yang kurang senang karena ada beberapa orang yang diharapkan membantu ternyata memiliki kepentingan yang lain (tidur, nonton, dsb).
Sekitar jam 12-an, ayampun sudah dibakar semua dan diserahkan kepada para wanita yang sedang berada di dapur. Tugas mereka selanjutnya adalah menyajikan nasi, ayam bakar, sambelnya di atas meja. Karena sedang memiliki kegiatan masing-masing, maka, hampir 15 menit tidak ada yang mengambil makanan tersebut. Yasin berinisiatif untuk memulainya. Teman-teman yang lainpun akhirnya mengikutinya. Setelah selesai makan tengah malam, saya langsung menuju ke kantor di Belakang TK. Karena tempat tidurnya idealnya cukup untuk 3 orang, maka saya mengalah untuk tidur di bawah. Untunglah mojo membawakan kasur lipat, jadinya agak hangat. Di dalam kamar hanya kami bertiga. Karena belum ngantuk, jadinya sambil merem kita ngobrol2..he he he..macem2 hal yang diobrolkan.mulai dari makrab malam ini sampai ke Praktek Lapang Lampu dimatikan, tiba-tiba saya melihat cahaya berkedip-kedip berwarna kuning. Tidak salah lagi, itu adalah kunang-kunang. Ternyata ada juga di sini. Terakhir kali melihat kunang-kunang yaitu saat ke Sulawesi 4,5 tahun yang lalu. Akhirnya kamipun tertidur setelah kelelahan ngobrol2..

Beberapa jam kemudian, Tri Mi membangunkan untuk sholat subuh. Setelah sholat subuh, kita semua diajak untuk Hiking..yah, Hiking…Karena memang tidak bawa sepatu, jadinya saya menggunakan sendal. Tapi pakaiannya banyak yang nyeleneh, misalnya Tb Nadya Jaya yang pake rok dan sendal shopping, Poppy juga pake rok, kebanyakan sih para wanita yang memakai sendal shopping. Mungkin dikira mau lari pagi… Yang paling mantep persediaannya itu Fira, sampe satu tas penuh, sedangkan yang lain paling2 cuman bawa kamera. Panitia juga menyediakan jagung rebus (sisa jagung yang tidak dibakar semalam).
Perjalanan dimulai sekitar pukul setengah tujuh pagi. Pasti seru menghirup udara pagi sambil mendaki. Perjalanan pun dimulai. Ada rame banget yang ikut mendaki (tak terhitung jumlahnya). Seru sekali, karena disini saya bisa melihat, mana yang lumayan hiking mana yang kurang. Awalnya jalannya datar-datar saja dan melewati rumah-rumah penduduk. Sampai akhirnya pada titik antara horizontal dan vertikal, yaitu disekitar SMAN 1 Ciampea dan perkebunan milik warga. Sempat sekali berhenti, karena penunjuk jalannya lupa. Pada saat berhenti itu, kita menyantap jagung rebus yang disediakan panita. Saya agak di depan posisinya. Karena salah jalan, jadinya hampir paling belakang. Trus medan yang dilalui makin sulit, karena tanahnya becek, ga ada ojek akibat hujan. Mulai dari sini saya mulai bisa membalap, bahkan pada titik horizontal dan vertikal yang kedua (titik puncak bukit), saya berada paling depan. Hohohohoh…disusul oleh arie, melisa, fira, dan lain-lain.
Akhirnya terkumpul sekitar 10 orang wanita dan saya sendiri, sedangkan yang lain masih membantu para wanita yang lain untuk naik + yasin dan sigit. Sambil menunggu mereka, yang sudah berada di atas berfoto-foto, dapat dilihat di blog-nya melisa, yang ada 10 orang perempuan itu, saya yang mengabadikan. Karena merupakan vegetasi bukit, jadi teringat kembali pelajaran Biologi di SMA. Dulu sampe masuk hutan untuk nyari paku-pakuan dan sampe ke tepi pantai ketika belajar tentang Molusca.
Setelah semuanya naik diatas, perjalanan dihentikan dan dibagi menjadi dua kloter untuk naik ke atas lagi. Beruntung saya termasuk dalam kloter satu, shingga dapat menikmati terlebih dahulu pemandangan diatas sana. Setelah sampai diatas, sungguh luar biasa. Subhanallah..indah sekali…kita bisa melihat bukit kapur yang biasa kita lihat dari angkot klo ke arah Ciampea, disisi sebaliknya kita bisa melihat gunung gede yang tertutup awan hitam. Sungguh luar biasa…setelah puas menikmatinya kamipun bergantian dengan kloter dua.
Dalam perjalanan pulang, perjalanan lebih lambat karena turun lebih susah daripada mendaki. Karena saya berada di belakang trio ngesot ( jalannya ngesot2 pas mau turun dan spesial untuk Melisa dan Nadya bertelanjang kaki karena sendal shoppingnya putus) jadi agak terpisah cukup jauh dengan rombongan yang di depan kita. Untung saya masih ingat jalannya, meskipun agak ragu-ragu juga pas nyampe bawah.
Pas nyampe vila, terlihat beberapa wanita sedang mandi di kolam renang (hmm..kyknya pada balas dendam, karena pada makrab sesi I, yang mandi di kolam renangnya kebanyakan para prianya dan para wanita bener2 tidak diberikan kesempatan untuk nyebur2…), mereka minta tolong buat foto2in. Tak lama kemudian, Tb Nadya Jaya dan Melisa juga ikutan nyebur. Sedangkan saya langsung mengambil jatah makan pagi (nasi goreng sosis + baso + telor..tambah kerupuk…). setelah beristirahat sebentar, saya dan Poppy langsung berinisiatif buat maen bulutangkis di lapangan depan. Ini maen badmintonnya cukup aneh. Biasanya kita maen buat membuat lawan susah untuk mengembalikan bola, tapi di permainan ini kita berusaha selama mungkin bermain reli. Waah, saya paling ga suka maen reli..bikin capeek..setelah puas, saya tidur kembali, karena jam tidur yang minim. Sepengetahuan saya, beberapa orang sudah pulang duluan, seperti Lani dan Yasin
Ketika saya bangun, saya diingatkan untuk sholat dzuhur. Setelah Dzuhur, sambil menunggu angkot yang akan mengantarkan pulang, kita berkumpul di ruangan tengah buat nonton Dahsyat (program RCTI yang disiarkan live dari Botani Square) sambil rujakan. Setelah angkotnya datang, kita dipisah menjadi 3 angkot. Angkot pertama khusus buat daerah Bateng, Balio dan sekitarnya. Angkot kedua untuk yang ke BNI dan Bara. Angkot yang ketiga lebih banyak berisi barang-barang. Dan yang tempat tinggalnya sebelum BNI (yang turun pertama Angga, kemudian saya, trus Andi Setiawan yang tinggal di Perwira, terakhir Nur Andi).
Kesannya, cukup menyenangkan karena bisa hiking (untung beberapa hari sebelumnya sudah pemanasan dengan cara pergi muter2 di Binus..) meskipun ga ikut dari awal. Pengalaman yang tak kan terlupakan. Sedikit mengganjal juga karena ga semua STK 42 ikutan acara ini. Terima Kasih kepada panitia yang sudah bersusah payah menyiapkan acara ini. Tanpa kalian acara ini ga akan berjalan dengan sukses…sampai jumpa teman-teman. Selamat menikmati Praktek Lapang. Yang di Bogor, selamat menikmati kedekatan dengan IPB. Yang di Malang, hati2 yaah…apalagi semuanya dari Bogor atau Depok kecuali hafiz, jangan lupa oleh2 Apel Malang (minimal), yang di gambung (Bandung), selamat menikmati kesejukan Bandung, yang di Lampung selamat pulang kampung, dan yang di Jkt..keep kontak yaah…mungkin ada sesi jalan2 kapan2 dan yang di Kalimantan, welcome to Borneo, selamat menikmati……